Workshop: Menulis dan Menerbitkan Buku Bagi Pemula
(Minggu, Maret 3) – Biro Publikasi mengadakan workshop webinar dengan tema “Menulis dan Menerbitkan Buku Bagi Pemula” yang bertujuan untuk mengedukasikan audiens PPI Jepang akan bagaimana cara menulis buku fiksi dan non-fiksi, dan cara memasarkannya ke penerbit. Workshop ini merupakan kolaborasi dengan organisasi Tinta Langit. Tinta Langit telah mengadakan Book Writing Boot Camp untuk 24 angkatan yang diadakan bersama penulis ternama seperti Asma Nadia (Assalamualaikum Beijing!) dan Ahmad Fuadi (Trilogi 5 Menara), serta ahli lainnya di bidang menulis dan menyunting. Penyunting sekaligus General Manager Litera Mediatama, Pak Yuriza Santoso, S.S. mengisi sebagai narasumber.
Pak Yurizal membagi tahap penulisan menjadi tiga tahap: pra-penulisan, penulisan, dan pasca-penulisan. Menurut Pak Yurizal, tahap pra-penulisan merupakan tahap yang paling penting karena inilah dimana kerangka buku akan dimatangkan. Pak Yurizal membagikan bahwa ada tiga hal yang paling penting dalam tahap ini adalah mengidentifikasikan ide dan konsep, mengetahui siapa target pembacanya siapa, dan melakukan riset yang dalam untuk melengkapi konten bukunya.
Di tahap berikutnya, yaitu tahap penulisan, Pak Yurizal memberikan beberapa tips untuk menghindari writer’s block. Pertama, mencari ritme menulis yang nyaman bagi setiap penulis. Kemudian, penulis perlu menghindari melakukan tugasnya penyunting – yaitu terus membaca ulang naskahnya dan membetulkannya karena ini akan menghambat proses penulisannya. Terakhir, yang paling penting adalah menetapkan tujuan atau misi yang jelas di awal penulisan buku. Ini karena saat menghadapi writer’s block, kita dapat termotivasi oleh tujuan/misi kita di awal.
Pada tahap terakhir, yaitu tahap pasca-penulisan, Pak Yurizal menjelaskan mengenai pentingnya pengendapan dan swasunting. Pengendapan dilakukan dengan cara meninggalkan hasil tulisan yang telah selesai untuk sekitar 1-2 minggu demi pelepasan perasaan dan ego sang penulis terhadap karyanya agar bisa memandang tulisannya secara objektif. Hal tersebut akan sangat berguna dalam proses swasunting dimana sang penulis lebih rentan terhadap kritik membangun dari pihak ketiga, baik dari penyunting maupun teman atau kolega.
Setelah seluruh tahap penulisan selesai, Pak Yurizal berlanjut membahas mengenai tahap penerbitan yang dibagi menjadi dua sarana yang berbeda, yaitu penerbitan Mayor dan penerbitan Indie. Perbedaan diantara kedua sarananya adalah tingkat kendali dan keterlibatan sang penulis dalam proses penentuan kelayakan konten, pemasaran, dan pendanaan, dimana penerbitan Indie akan sangat melibatkan sang penulis dibanding penerbitan Mayor yang hampir semua proses tersebut diserahkan kepada tim penerbitan. Walau memang jelas penerbitan Indie lebih sulit, persentase tarif royalti yang diterima oleh penulis jauh lebih banyak jika dibanding dengan penerbitan Mayor, masing-masing berkisar 35-70% dan 5-15%.
Di penghujung acara workshop ini, Pak Yurizal memberi pesan dan harapan kepada semua hadirin acara agar terinspirasi dan tersemangat untuk bermula berkarya dan menulis sendiri. Selain itu, Pak Yurizal juga memberitahukan bila ada yang ingin lebih tahu mengenai penulisan buku, bahwa mereka bisa langsung mengunjungi Website dan Instagram Tinta Langit sebagai berikut; Tintalangit.id dan @Tintalangit.id.
Penulis: Redaktur PPI Jepang
