OSAKA, PPI JEPANG – Berangkat dari sebuah kota yang dikenal dengan budaya dan kulinernya, Cirebon, hanya dibekali semangat belajar sejak dini dan lingkungan yang mendukung, ia tumbuh menjadi pribadi yang tekun, disiplin, dan haus ilmu—sebuah kombinasi yang akhirnya membawanya ke salah satu kampus ternama di Asia: Osaka University.
Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas, ia melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bidang Teknik Fisika. Di sinilah ia mengasah cara berpikir secara analitis dan sistematis. Ia belajar bagaimana prinsip-prinsip fisika bisa menyelesaikan masalah kompleks dengan pendekatan yang terstruktur.
Tak hanya sibuk dengan studi, ia juga menyeimbanginya dengan dua hobi yang memberi warna dalam hidupnya: bermusik dan bermain badminton. Musik menjadi wadah baginya dalam mengekspresikan diri sekaligus pelepas stres, sedangkan badminton menjaga kebugaran dan konsentrasi.
Jika ditanya siapa sosok paling inspiratif dalam hidupnya, jawabannya adalah B.J. Habibie. “Beliau bukan hanya ilmuwan kelas dunia, tapi juga seorang negarawan yang luar biasa. Ketekunan, kecintaan pada ilmu, serta keberanian beliau untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia adalah nilai-nilai yang sangat saya kagumi,” tuturnya. Semangat Habibie untuk pulang dan membangun Indonesia menginspirasi sekaligus mendorongnya untuk tidak hanya pintar, tapi juga berguna bagi orang di sekitarnya.
Prinsip hidupnya pun mencerminkan semangat itu: kebebasan berpikir, semangat keilmuan, dan berbagi tanpa pamrih. Ia percaya bahwa ilmu bukan hanya untuk dikuasai, tapi juga dibagikan demi kemajuan bersama.
Perjuangan Mendapatkan Beasiswa MEXT
Impian untuk melanjutkan studi ke Jepang tidak tercapai dalam satu malam. Ia sempat beberapa kali gagal dalam aplikasi beasiswa. Namun alih-alih menyerah, ia memilih belajar dari kegagalan itu. Selama dua tahun penuh, ia mematangkan proposal riset, meningkatkan kemampuan bahasa, dan memperluas jaringan dengan calon pembimbing di Jepang. Usahanya akhirnya terbayar ketika ia lolos seleksi beasiswa MEXT—salah satu beasiswa paling prestisius dari pemerintah Jepang.
Beasiswa MEXT bukan sekadar tiket masuk ke universitas impian, tapi juga pintu gerbang menuju jaringan akademik global dan pengalaman budaya yang mendalam.
Tantangan dan Culture Shock di Negeri Sakura
Menjadi mahasiswa di Jepang bukan tanpa tantangan. Ia harus menyesuaikan diri dengan sistem belajar yang sangat mandiri dan disiplin. Di sisi lain, budaya Jepang yang sangat menghargai waktu dan ketelitian juga memaksanya untuk menata ulang cara kerja dan manajemen waktu.
Meski demikian, ia melihat semua itu sebagai bagian dari proses belajar yang memperkaya dirinya. “Saya jadi lebih menghargai efisiensi dan manajemen waktu,” ujarnya.
Impian yang Belum Selesai
Kini, setelah sukses menembus dunia akademik Jepang, ia belum berniat berhenti. Mimpinya masih panjang: melanjutkan studi ke jenjang doktoral dan menjadi peneliti yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia, khususnya dalam pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Ia juga ingin kembali dan membangun sistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, kontekstual, dan merdeka secara berpikir. “Saya ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga berdaya saing, berpikiran terbuka, dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Pesan untuk Pejuang Beasiswa dan Pendidikan
Kepada siapa pun yang tengah berjuang mendapatkan beasiswa, ia berpesan: jangan kalah oleh rasa tidak percaya diri. “Fokuslah pada proses persiapan. Mulailah dengan menyusun rencana yang jelas dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai beasiswa yang Anda incar”. Selain itu beliau juga meyakinkan untuk fokus dengan diri sendiri, “Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan keunikan yang bisa ditawarkan. Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Fokus pada apa yang Anda miliki. Beasiswa bukan hanya tentang nilai akademik atau prestasi luar biasa, tetapi juga tentang potensi dan keinginan untuk berkembang.” Ia mengakhiri kata-katanya dengan dorongan untuk bekerja keras dan tidak menyerah: “Banyak orang yang awalnya merasa tidak percaya diri akhirnya berhasil meraih beasiswa setelah berusaha dengan tekun dan tidak putus asa.”
