NIGATA, PPI JEPANG – Halo! Perkenalkan, nama saya Isfan Hiroshi. Saya adalah seorang pelajar asal Bekasi yang saat ini sedang menempuh studi pascasarjana di Jepang. Melalui beasiswa ADB–JSP, saya melanjutkan studi S2 di International University of Japan (IUJ) dengan jurusan International Development in Economics. Ketertarikan saya pada dunia ekonomi dan manajemen itulah yang membawa saya ke titik ini: belajar dan hidup di Negeri Sakura.
Berawal dari kebiasaan menabung yang ditanamkan ayah saya sejak kecil, nilai-nilai sederhana tersebut tumbuh menjadi fondasi ketertarikan saya terhadap pengelolaan keuangan. Meskipun awalnya saya bercita-cita mempelajari manajemen secara langsung, takdir membawa saya menempuh studi S1 di Jurusan Agribisnis, Universitas Jenderal Soedirman.
Walaupun dengan jalurnya berbeda, saya tetap mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip manajerial dalam konteks pertanian. Selain itu, pengalaman organisasi turut memperkaya pemahaman saya, terutama saat dipercaya menjadi Ketua Unit Olahraga Fakultas. Di sana, saya belajar mengelola konflik, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan secara bijak serta bertanggung jawab.
Keputusan dan Proses Meraih Beasiswa ADB–JSP
Setelah lulus, saya menghabiskan lima tahun bekerja di salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. Pengalaman bekerja di bidang procurement membuka wawasan saya tentang pentingnya efisiensi, komunikasi yang efektif, serta kemampuan negosiasi. Namun, di tengah rutinitas kerja tersebut, saya menyadari adanya celah dalam pengetahuan saya, terutama dalam bahasa Inggris, kemampuan analitis, dan manajemen waktu. Maka, saya memutuskan untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri agar bisa membekali diri dengan pengetahuan dan perspektif baru.
Perjalanan saya mendapatkan beasiswa tidaklah instan. Saya sempat mengalami beberapa kegagalan dalam proses aplikasi sebelumnya. Rasa gentar dan ragu sempat muncul, tetapi saya belum ingin menyerah. Saya terus berusaha memperbaiki setiap aspek dalam aplikasi saya, mulai dari memperkuat esai motivasi, menyesuaikan pilihan program studi dengan tujuan karir, hingga mencari referensi yang lebih tepat dan kuat. Hingga akhirnya, saya mendapat kesempatan emas untuk mendaftar ke beasiswa Asian Development Bank – Japan Scholarship Program (ADB–JSP), setelah lebih dulu diterima di IUJ.
Meskipun proses pendaftarannya relatif sederhana, saya tetap menghadapi tantangan. Saat itu saya masih bekerja penuh waktu, sehingga kesulitan untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Namun, untuk memastikan bahwa aplikasi saya tidak hanya lengkap secara administratif tetapi juga mencerminkan karakter dan motivasi saya, saya memanfaatkan waktu istirahat, malam hari, hingga akhir pekan untuk menyusun dan merevisi dokumen. Setiap halaman yang saya tulis, setiap dokumen yang saya siapkan, selalu saya pastikan dibuat dengan maksimal.
Tantangan Studi dan Adaptasi di Jepang
Mendapatkan beasiswa ini menjadi salah satu pencapaian yang sangat saya syukuri. Perjuangan saya membuahkan hasil nyata, dimana saya bisa belajar di Jepang, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri untuk kontribusi yang lebih besar di masa depan.
Tapi tentu saja, hidup dan belajar di Jepang bukan tanpa tantangan. Saya mengalami culture shock, baik dalam sistem akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ketepatan waktu, keteraturan, dan budaya diskusi di kelas adalah hal-hal yang cukup berbeda dari kebiasaan saya di Indonesia. Jadwal kuliah yang padat juga menuntut saya untuk mengatur waktu secara efisien dan belajar secara konsisten.
Namun, satu prinsip yang selalu saya pegang adalah fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan, yakni tindakan, reaksi, dan usaha saya sendiri. Saya tidak bisa mengontrol hasil akhir atau ekspektasi orang lain, tetapi saya bisa memastikan bahwa saya telah melakukan yang terbaik.
Impian dan Pesan
Ke depan, saya punya dua impian besar: membawa keluarga saya ke tanah suci, serta berkontribusi dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci yang bisa membuka banyak pintu kehidupan. Dan jika bisa menjadi bagian dari perubahan itu, maka semua perjuangan ini akan terasa sangat berarti.
Untuk siapa pun yang sedang berjuang meraih mimpi, ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Tidak apa-apa merasa ragu atau takut. Tapi jangan berhenti. Persiapkan diri sebaik mungkin, pelajari setiap langkahnya, dan percayalah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
