TOKYO, PPI J EPANG – Halo aku Sarah! Aku besar di Depok dan sekarang sedang ambil pendidikan doktoral di The University of Tokyo masuk tahun ke-2 April ini. Aku di Jepang bareng suami aku yang lagi ambil doktoral juga tahun terakhir (doain ya!)
Bapakku seorang dosen dan Ibuku seorang ibu rumah tangga. Kehadiran orang tuaku dari aku kecil ngebuat aku juga mau punya keluarga yang bisa ada untuk satu sama lain kalau besar nanti, makanya aku mau jadi dosen juga karena dulu Bapak selalu punya waktu untuk aku dan adikku.
Prinsip Hidup
Dulu aku selalu penuh dengan penyesalan. Di kepala ku selalu penuh dengan “what if?” yang ngebuat aku jadi selalu gelisah. Akhirnya sekarang aku belajar untuk menikmati semua yang aku kerjain. Harapannya kalau aku enjoy ngerjainnya ga ada penyesalan yang timbul di akhir.
Why Japan?
Selain karena suami aku di Jepang, penelitian untuk bidang yang aku ambil itu salah satu yang memimpin yaitu studi bidang energi terbarukan di departemen teknik mesin, khususnya meneliti tentang produksi hidrogen dan pemanfaatannya. Energi terbarukan jadi topik yang menarik banget beberapa tahun belakang. Aku tertarik di bidang hidrogen, sebelumnya sebelumnya aku meneliti pemanfaatan sampah untuk jadi sumber energi, di doktoral ini aku lebih spesifik untuk memanfaatkan sampah menjadi hidrogen dan pemanfaatan lanjutan hidrogen di bidang tertentu untuk dekarbonisasi.
Melalui persiapan yang cukup panjang, mempersiapkan research proposal untuk pendaftaran studi doktoral dan beasiswa, serta membagi waktu dengan pekerjaan, aku akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa LPDP. Kuncinya adalah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari agar cukup waktu sampai pendaftaran ditutup.
Before Japan
Sebelum ke Jepang aku bekerja dengan dosenku waktu S2 sebagai assistant researcher. setelah itu aku dan beberapa temanku membangun perusahaan konsultasi teknik yaitu Geni Energi. Fokus kita di bidang energi dan transisi energi. Ngebangun perusahaan ini juga jadi salah satu pengalaman yang baru dan unik banget buat aku karena aku mencoba hal-hal baru yang belum pernah aku pelajari seperti bidding.
Life in Japan with partner
Keluarga dan suami mendukung banget untuk aku kuliah S3, walaupun ga sedikit yang heran kenapa mau sampai S3. Tapi tantangan terbesarnya bukan hanya soal kuliahnya, tapi bagaimana bagi waktu antara kuliah dan keluarga. Aku dan suami sedang sama-sama kuliah, jadi terkadang suka stress barengan. Apalagi biasanya hidup sendiri sekarang punya suami, jadi merasa ada tanggung jawab lebih. Tapi dari pengalaman hidup ini kami bersyukur karena kita berdua jadi lebih mandiri dalam berkeluarga dan lebih bisa mempelajari apa yang cocok buat kita dan nggak.
Japan and Its Challenges : Muslimah POV
Sistem pendidikan di Jepang yang aku rasain sampai saat ini nggak memberatkan aku sebagai muslim. Professor dan rekan rekan sangat toleran disaat aku harus break solat, dll. Di kampusku ada makanan halal di kantin dan ruangan untuk sholat. Di tempat umum juga mudah cari restaurant halal dan tempat sholat. Disini aku merasa lebih enjoy menjalankan ibadah, karena benar benar menjadi waktu istirahat dari segala aktifitas dan khusyuk berkomunikasi dengan Allah SWT.
Impian dan Pesan
Aku ingin menjadi orang berguna dan berkontribusi di bidang energi di Indonesia. Kedepannya aku akan masih melihat kondisi apakah menjadi dosen, peneliti, atau melanjutkan bisnis bersama teman-teman. Namun, untuk sekarang aku akan lebih menikmati waktu kuliah dan bersama keluarga. Pesan ku untuk yang ingin studi ke jepang adalah jangan khawatir! Lingkungan di Jepang sangat supportive dan aman jadi bisa enjoy kuliah.
