Audiensi PPI Jepang dan Atase Perdagangan Tokyo, Strategi Peningkatan Partisipasi Pelajar Indonesia di Jepang dalam Bidang Ekspor melalui Komunitas Studentpreneur
Tokyo, 31 Januari 2024 – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Jepang) mengadakan audiensi dengan Atase Perdagangan RI di Tokyo, Merry Astrid Indriasari, di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. Kunjungan ini dihadiri oleh sejumlah pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Jepang, membahas potensi peran pelajar Indonesia dalam mengembangkan ekspor. Atase Perdagangan RI di Tokyo memiliki tanggung jawab memberikan informasi relevan dan akurat kepada pelaku bisnis, termasuk regulasi dan peluang pasar produk Indonesia di Jepang.
Meskipun akses pasar Jepang terbuka secara transparan, diperlukan dorongan kepada para pelaku usaha untuk aktif melakukan ekspor ke Negeri Sakura. Pasar Jepang menawarkan peluang yang luas karena tingginya kegiatan impor Jepang, seperti 60% kebutuhan pangan Jepang yang berasal dari impor, dan dapat menjadi potensi bagi pelaku usaha Indonesia. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kurangnya pemahaman mengenai regulasi komoditas yang akan diekspor ke Jepang, menyebabkan standar tidak terpenuhi dan kesulitan masuk ke pasar Jepang. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perbaikan di sisi hulu dengan melakukan reorganisasi produk dan melibatkan ahli pada masing-masing produk
Atase Perdagangan RI di Tokyo, Merry Astrid Indriasari, menyoroti peran strategis pelajar Indonesia di Jepang dalam menggali peluang dengan melakukan riset pasar, mempelajari regulasi yang berlaku, dan menjadi penghubung antara pasar Jepang dengan pelaku usaha di Indonesia. “Pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia dapat menjadi agen sumber daya untuk produk-produk yang layak memasuki pasar Jepang. Relasi pelajar dengan masyarakat Jepang juga dapat menjadi nilai tambah untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar Jepang,” tambah Merry dalam pertemuan tersebut.
Audiensi yang dihadiri oleh Ketua Departemen Informasi Media dan Publikasi PPI Jepang, Krishna Achnaf Herindra, juga membahas potensi pembentukan Komunitas Studentpreneur. Komunitas ini dapat menjadi langkah yang strategis dan terstruktur untuk meningkatkan partisipasi pelajar Indonesia di Jepan dengan berfungsi sebagai perantara antara pelaku usaha dan pasar Jepang melalui riset dan analisis pasar. Krishna yang juga merupakan pelajar di Tokyo International University menambahkan bahwa “PPI Jepang akan terus mendukung para pelajar untuk meningkatkan kapasitas mereka dan menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pasar Jepang.”
