PPI JEPANG – Kerja keras ayahnya dalam memperbaiki perekonomian keluarga menjadi motivasi terbesar baginya untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Hamzah Abdurrahman, mahasiswa asal Bekasi, Jawa Barat, kini menempuh pendidikan sarjana di Tokyo International University (TIU).
Perjalanannya akademiknya di negeri sakura bermula kala ia bersekolah di Alice International College, Kanazawa pada 2022. Kini, ia tengah menyelesaikan semester keempat di jurusan Digital Business and Innovation (DBI) TIU.
Jepang menjadi pilihan Hamzah karena nilai-nilai budayanya yang menjunjung tinggi kehormatan, kedisiplinan, dan keteraturan. “Saya percaya, tinggal di Jepang dapat membantu saya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan terorganisir,” ungkapnya.
Jurusan Digital Business and Innovation menjadi pilihan ideal bagi Hamzah karena menggabungkan dua bidang yang ia minati: bisnis dan teknologi informasi. Dorongan keluarga untuk mempelajari IT berpadu dengan ketertarikannya di bidang bisnis, menjadikan program di TIU solusi sempurna bagi impiannya.
Tantangan Bahasa
Seperti mahasiswa asing lainnya, kendala bahasa menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi Hamzah, misalnya dalam berkomunikasi dengan masyarakat lokal di kehidupan sehari-hari. Umumnya masyarakat Jepang kurang fasih berbahasa Inggris. Syukurnya, ia perlahan dapat mengatasi masalah ini dengan bekerja paruh waktu (Baito), yang memaksanya berkomunikasi dengan bahasa lokal.
Dari sisi akademis, baginya tak ada masalah berarti. Namun perubahan jadwal kelas setiap semester dan beragam gaya dosen mengajar menjadi tantangan tersendiri baginya. Walaupun demikian, Hamzah tak melihat hal ini sebagai masalah, melainkan peluang untuk melatih fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi.
Organisasi dan Kepanitian
Hamzah mendapatkan banyak pengalaman berharga melalui kegiatan organisasi dan kepanitiaan. Keikutsertaannya dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Open Campus TIU memberinya kesempatan bekerja dengan mahasiswa dari berbagai negara dengan beragam budaya. Bahkan di sini ia belajar tentang budaya kerja Jepang yang profesional dan kolaboratif.
Bagi Hamzah, menghormati budaya dan peraturan negara lain menjadi salah satu pembelajaran penting yang ia dapat selama tinggal di Jepang. Misalnya, kebiasaan membuag sampah teratur dan menggunakan transportasi umum. Lebih jauh lagi, hidup di negara empat musim mengajarkannya pentingnya menjaga kesehatan dan kemampuan menyesuaikan diri. “Hidup di negara empat musim membuat saya harus menjaga kesehatan dan menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca,” ujarnya.
Baito yang Mendewasakan
Pengalaman baito memainkan peran besar dalam perjalanan Hamzah. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, juga memperkenalkannya pada budaya kerja di Jepang. “Pengalaman ini membantu saya memahami struktur pekerjaan dan menentukan bidang yang ingin saya tekuni di masa depan,” jelasnya.
Ke depan, ia mempertimbangkan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 atau langsung memasuki dunia kerja. Walaupun demikian, ia yakin bahwa ilmu dan pengalaman yang didapat di Jepang akan menjadi modal besar untuk masa depannya kelak.
Hamzah berpesan, “Jangan pernah menyerah pada mimpi. Hargai setiap proses, temukan jalan yang tepat, dan jalani dengan tekad yang kuat.” Kisah Hamzah adalah bukti bahwa mimpi besar dapat dicapai melalui kerja keras dan keberanian untuk mengambil langkah pertama.
