PERS REALEASE
PPI Jepang dan Atdikbud KBRI Tokyo Sepakat Tingkatkan Kolaborasi
Sebagai salah satu simpul masyarakat Indonesia di Jepang, Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPI Jepang) yang sudah 71 tahun menjadi komunitas berperan penting sebagai wajah Indonesia di Bumi Sakura. Pada Jumat, 19 April 2024, Pengurus PPI Jepang 2023-2024 beraudiensi dengan Bapak Prof Amzul Rifin, Atase pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Ibu Meinarti Fauzie Atase Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) beserta staf dan Ibu Maria Renata Hutagalung Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kedutaaan Besar Republik Indonesia Tokyo.
Acara dibuka dengan dibuka dengan perkenalan pengurus PPI Jepang oleh Ketua umum PPI Jepang Fadlyansyah Farid. Setelah perkenalan pengurus acara dilanjutkan dengan sambutan Prof Amzul Rifin selaku Atdikbud KBRI Tokyo yang menyambut baik acara audiensi dan silaturahmi untuk mempererat kolaborasi ke depan antara PPI Jepang dengan Pihak KBRI Tokyo. Selain itu Prof Amzul Rifin yang juga alumni University of Tokyo mengingatkan agar pengurus PPI Jepang tidak keasikan berorganisasi sampai meninggalkan tujuan utama yaitu kuliah. Pengurus PPI Jepang harus lebih unggul.
Selanjutnya Bu Meinarti Fauzie sebagai Pensosbud KBRI Tokyo mengharapkan kolaborasi mempromosikan sektor kebudayaan Indonesian yang dilakukan antara PPI Jepang dengan KBRI terus ditingkatkan. PPI Jepang harus menjadi duta bangsa di Jepang. Di tahun 2024 ini menjelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ada rangkaian kegiatan yang dilakukan KBRI Tokyo. Diharapkan teman-teman PPI Jepang dapat berpartisipasi di dalam setiap kegiatan yang ada.
Terakhir Ibu Renata Hutagalung sebagai Wakil Duta Besar Jepang mengharapkan PPI Jepang dapat berkolaborasi untuk melakukan pendataan kepada para pelajar Indonesia yang sedang Kuliah di seluruh Jepang. Pendataan pelajar Indonesia sebagai salah satu fungsi manajemen risiko jika terjadi bencana di Jepang.
Pada kesempatan audiensi kali ini Pengurus PPI Jepang yang hadir adalah Fadlyansyah Farid (Hiroshima University), Prima Gandhi, Rathma Soma (Tokyo University of Agriculture), Septian Fauzi (Tokyo University of Agriculture and Technology), Abyan Farhandhitya S, Lutfan (The University of Tokyo), Krishna Achnaf, Hamzah Abdurrahman, M Rizal Pabuarany (Tokyo International University), Rayhan Maulana Ryzan (Rikkyo University), Henry Kasmanhadi Saputra (Ibaraki University), Rizki Anissa (United Nations University), Nanda Nurfaizah Fasya (Hokkaido University) dan Aswandatu Putra (Waseda University).
