//
Hidup di Jepang

Masjid Indonesia Tokyo: Asa yang Jadi Nyata

17 June 2017 Oleh administrator

Penantian panjang kaum muslim Indonesia agar memiliki masjid di Tokyo kini terwujud sudah.  

Ramadhan tahun ini terasa istimewa bagi warga Indonesa yang bermukim di Tokyo dan sekitarnya. Warga muslim Indonesia kini bisa merasakan khusyuknya salat tarawih di masjid layaknya di tanah air. Pasalnya, masjid Indonesia pertama di Tokyo sudah bisa digunakan untuk menyemarakkan kegiatan di bulan Ramadhan.

Rasa syukur yang mendalam juga diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mickronesia, Arifin Tasrif saat meresmikan masjid tersebut pada 26 Mei 2017. Peresmian yang ditandai pengguntingan pita di halaman pintu masuk masjid itu disaksikan sekitar 200 orang warga Indonesia dan perwakilan organisasi keislaman negara lain seperti Jepang dan Turki. Menurut Bapak Arifin, kehadiran masjid Indonesia Tokyo semoga bisa menjadi pusat kegiatan Islam khususnya bagi warga Indonesia yang ada di Jepang, seperti untuk shalat, studi Islam dan aktivitas lain yang mengharumkan nama Indonesia dari Jepang.

Masjid yang didesain oleh ESPAD, salah satu perusahaan desain di Jepang, itu terlihat menawan. Masjid Indonesia Tokyo terdiri dari 3 lantai dengan total luas tanah 200 m2 dan luas lantai 350 m2. Basement 1 merupakan ruang shalat untuk wanita yang dilengkapi dengan tempat wudhu dan toilet wanita. Sedangkan lantai 1 dan lantai 2 merupakan ruang shalat untuk pria, dengan tempat wudhu dan toilet pria berada pada lantai 1. Kapasitas jama’ah masjid mampu menampung hingga 230 orang.

Impian 18 tahun

Keberadaan masjid bagi diaspora Indonesia di Tokyo memang sudah lama dinanti. Ikhitar pembangunan masjid sudah dicetuskan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang di Tokyo sejak tahun 1999. Namun, berbagai kendala menghadang sehingga pembangunan masjid memakan waktu yang cukup lama. Terbatasnya lahan di Tokyo, mahalnya harga sepetak tanah, serta rumitnya prosedur perizinan mendirikan bangunan menjadi kendala utama pada awal inisiasi pembangunan masjid. Pun demikian masalah pendanaan yang membutuhkan biaya sangat besar. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid mencapai 188-juta yen atau Rp22-milyar.

Beruntung, para penggiat masjid tidak mengenal kata menyerah dalam berjuan di jalan-Nya. Meski kepanitiaan masjid silih berganti, satu per satu hambatan bisa diselesaikan. Pada tahun 2012, KMII mendapatkan donasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono dan Bapak Jusuf Kalla. Surat rekomendasi dari Duta Besar RI untuk Jepang, Muhammad Luthfi dan surat dukungan dari Japan Muslim Association (JMA) juga sangat membantu KMII dalam pengumpulan donasi pembangunan masjid.

Pembangunan masjid juga mendapat dukungan dana utama dari berbagai pihak. Perusahaan PT ASTRA INTERNATIONAL, PT. PERTAMINA, serta sejumlah BUMN mengucurkan dana tak sedikit demi terwujudnya gedung masjid. Umat Islam Indonesia di Jepang maupun Indonesia juga berlomba-lomba menyedekahkan hartanya untuk membiayai pembangunan Masjid Indonesia Tokyo. Dana pembangunan juga digalang melalui program wakaf tunai dan kampanye di media sosial juga platform kitabisa.com, yang menyedot perhatian cukup besar baik di Jepang maupun juga di Indonesia.

Sarana berkumpul

Kehangatan diantara warga muslim Indonesia kian terasa dengan adanya masjid Indonesia Tokyo. Masjid yang berlokasi di kompleks Sekolah Republik Indonesia Tokyo itu menjadi ruang beribadah bagi lebih dari 5.000 muslim Indonesia yang berdomisili di Tokyo dan sekitarnya. Tak hanya itu, fungsi Masjid Indonesia Tokyo pun dirasakan oleh muslim lain seperti dari Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia, dan Jepang.

Berbagai kegiatan pun dilakukan untuk mengisi Ramadan 1438 H, di antaranya buka puasa bersama, salat dan kajian Tarawih, workshop tematik,  Tabligh Akbar tiap Ahad, iktikaf, Pesantren Kilat, Ramadhan Ceria for Kids, dan A Day : Islamic Culture Festival for Japanese. “Kegiatan yang paling dinanti tentu Salat Idul Fitri dan gelaran Open House oleh KBRI Tokyo,” ujar Kang Beje, panggilan akrab Firman Bagja Juangsa, ketua panitia pembangunan Masjid Indonesia Tokyo.

Keberadaan masjid Indonesia Tokyo juga menjadi oase kebaikan bagi para mahasiswa yang merantau ke Negeri Sakura. Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang, Pandu Utama Manggala, juga merasa yakin dengan didirikannya masjid Indonesia Tokyo ini akan dapat jadi wadah baru untuk memupuk semangat menjadi muslim yang tangguh. "Sebagaimana imam Ahmad bin Hambal pernah sampaikan: istirahatnya kaum muslimin adalah saat kaki kanannya menginjak surga, maka kita pun harus memiliki azzam untuk senantiasa berada di garis terdepan dalam prestasi dan kebaikan. Karena itu, saya yakin, hadirnya MIT ini ga hanya akan meningkatkan ghirah beribadah, tapi bisa juga jadi tempat berhimpunnya ide dan karya terbaik para pelajar, khususnya." kata Pandu.

Akses menuju masjid sangat mudah. Dari stasiun Tokyo, naiklah kereta JR Yamanote Line hingga stasiun Meguro. Setelah itu, bisa naik bus atau jalan kaki ke masjid. Jika memilih bus, turunlah di halte Motokeibajomae. Sedangkan jika memilih jalan kaki, Anda perlu berjalan sekitar 1,3 km sebelum mencapai masjid. Yuk, ramaikan masjid kita!

 

Kartika Restu Susilo