Study di Jepang

Tips Menghadapi Dosen Pembimbing

There are no translations available.

(1) Tarik mundur

Sebelum maju ke dosen pembimbing, kita harusnya udah punya rencana kerja dong, jadi tentu saja yang paling pertama ditentukan adalah KAPAN mau lulus. Ohya, ngga perlu bilang2 ke dosen (kecuali terpaksa) soalnya ada beberapa dosen yang anti dengan 'hasil' dan lebih suka 'proses'. Kalo belum mulai sudah bilang mau lulus bulan depan, bisa2 disemprot di tempat deh. 
Kembali ke laptop. Kita tarik mundur prosesnya, mulai dari hari Wisuda, siapin baju n bayar2, tanggal sidang terakhir, pengumpulan draft TA, seminar2, bab kesimpulan, sampe bab 1, eksperimen, pengumpulan data sampe hari ini kita maju ke dosen, berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kalo waktunya udah ngga cukup, ada dua pilihan: 1. Mundur dan cari dosen/topik lain, 2. Maju dan siap2 berlutut2 lalu dihina dina, tapi pada akhirnya lulus (waduh jangan sampe deh kejadian begini ya)


(2) Mejeng

Sering2 nongkrongin ruang dosen (minimal depannya ruang dosen) bagus banget. Setidak2nya dosen yang asalnya sibuk sendiri jadi sadar ada mahluk yang sering nongol (padahal belom tentu ngapa2in). Inget peribahasa orang Jerman "witing tresno jalaran soko kulino" kalo dosennya super sibuk dan kita cuma nongol seminggu sekali, dari hitung2an statistik manapun juga pasti susah ketemu, apalagi kalo kita ngga deket ama sekretaris dosen yang galak, wah mana tau jadwalnya sang dosen jam segini kemana dst... Minimal sehari sekali sempatkan ngelewat ruang dosen, kalo perlu bawa buku/sampel yang banyak, biar keliatan sibuk. Kalo memungkinkan, pilih meja di lab yang deket ama pintu dosen, kalo perlu pintu ruangan dibuka lebar2. Pokoknya mejeng deh, insya Allah di saat2 senggangnya beliau akan inget, "eh anak yang sering nongkrong di deket pintu masuk itu bimbingannya sapa ya??"


(3) Kenali dosen

Mirip dengan nomor (2). Cari tahu kebiasaan kerjanya, masuk kantor jam berapa, proyek yang ada, makan di mana, hobinya apa. Biasanya otomatis kenal kalo sering mengerjakan nomor (2). Gpp lagi, bukannya jadi penjilat. Yang namanya penjilat itu kan meski bos salah tapi tetep dibenerin. Kalo ini sih... apa ya... bagian dari interaksi sosial dengan orang yang lebih tua deh... Jadi bukan penjilat ya!


(4) Rutin

Di banyak kesempatan, saya selalu berusaha menyiapkan bahan-bahan tentang yang sudah saya kerjakan sebelum bertemu dengan dosen. Tapi secara tidak sadar, ternyata untuk menyiapkan saja butuh waktu, dan kadang2 kita mentok, sehingga pertemuan dengan dosen tertunda2 terus. Pas merasa sudah siap, menghadap dosen, langsung dibantai abis2an. Setelah dibantai, ya jadi males nongol deh, maen deh hehehe... (kok jadi curhat gini yak)
Saran saya sih, dari diri sendiri harus sudah pasang target seminggu berapa kali mau ketemu dosen pembimbing. Siap tidak siap, ada kemajuan atau tidak, yang penting nongol, bahkan cuma buat bilang "maaf pak/bu, saya cuma sempat kepikir satu paragraf, salah lagi, kira2 gimana ya?" itu saja sudah bagus. Sejelek2nya disuruh balik kanan. Pasrah saja.


(5) Sigap

Oh iya ada tips lain nih. Biasanya saya waktu bimbingan tidak mengeluarkan 100% kemampuan, tapi cuma menunjukkan kemajuan global. Kalau dosen menanggapi, baru deh keluarin detil2 yang sudah "disimpan". Dengan metode begini akan selalu ada nilai tambah (dari asalnya nilai 5 jadi 6... :D).


(6) Tidak sombong (dan rajin menabung)

Memang pas mengerjakan TA kita tahu semua detilnya seperti anak kita sendiri (hayoo yang sudah punya anak) jadi secara tidak sadar kok rasanya dosen pembimbing ngga tau apa2 (apalagi dosennya yang banyak proyek atau banyak pikiran :D), tapi hati-hati, meskipun jika MEMANG begitu, namanya dosen juga manusia (rocker aja manusia, apalagi dosen) egonya bisa2 terinjak kalau kita petantang-petenteng. Mendingan ngangguk2 aja meski kita sudah tahu. Yang susah kalo beda pendapat, harus cari cara ngomong tanpa menyakiti hati (lagi2.. dosen juga manusia)


(7) Dikerjakan

Ya dikerjakan TAnya, hehehe


(8) Berdoa

Kalo semuanya sudah dikerjakan ya ngapain lagi? Semoga mendapat yang terbaik!
 

Page 1 of 4

Profil

There are no translations available.

There are no translations available.

There are no translations available.

There are no translations available.

There are no translations available.

There are no translations available.

There are no translations available.

Poling

busyLoading Poll...

Sekretariat

c/o Farid Triawan
Tokyo Institute of Technology
Ookayama Campus
2-12-1 Ookayama, Meguro-ku
Tokyo 152-8550
Email: pengurus@ppijepang.org
URL: http://www.ppijepang.org

Account Bank PPI Jepang

Name : Zainichi indonesia ryu-gakusei kyo-kai
Nama Bank : Japan Post Bank
Nama Cabang : Zero Ichi Hachi Ten
No. Rekening : 8568385
No. Cabang : 10190
Bangou : 85683851

PPI Jepangの銀行口座

名前:在日インドネシア留学生協会
(サ゛イニチイント゛ネシアリュウカ゛クセイキョウカイ)
銀行:ゆうちょ銀行
店 名:〇一八店 
口座番号:8568385
記号:10190
番号:85683851
Restore Default Settings