PPI Jepang

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang atau disingkat PPI Jepang merupakan organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Organisasi ini didirikan di Tokyo pada tanggal 24 Juni 1953.

Follow Us

PPI Jepang Follow us Milis PPI Jepang

Reportase Kuliah Umum Prof. Ginanjar Kartasasmita

Berikut reportase yang dibuat oleh saudara Fithra Faisal Hastiadi pada kuliah Umum Profesor Ginanjar Kartasasmita Senin, 21 Februari 2011 di KBRI dengan tema Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

Selamat menikmati.

Harapan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Sepanjang pemaparannya, Profesor Ginanjar lebih banyak bercerita mengenai kondisi umum bangsa Indonesia. Dalam prolognya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia kini telah berubah dan berkembang menjadi negara yang lebih baik. Hal ini bisa dilihat dari indikator-indikator kesejahteraan yang menunjukkan tren peningkatan. Terlepas dari polemik yang melanda keabsahan data-data tersebut, setidaknya data ini bisa sedikit mengkonfirmasi terjadinya trasnformasi Indonesia yang mencakup aspek-aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya ujarnya seraya menunjukkan mimik serius.

Dalam hal hubungan kerjasama Indonesia-Jepang, beliau menuturkan bahwa Indonesia telah menjadi partner yang sederajat. Hubungan sub-ordinasi yang telah berjalan selama puluhan tahun sudah selayaknya ditinjau ulang. Dalam beberapa kesempatan bermuhibah dengan pejabat-pejabat di Jepang, beliau selalu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah partner strategis dari Jepang dan tidak lagi membutuhkan belas kasihan. Official Development Assistance (ODA) (bantuan utang luar negeri dengan bunga ringan dan masa jatuh tempo yang panjang-red) pun sudah tidak layak lagi diterima Indonesia. Dengan tingkat pendapatan perkapita yang hampir menyentuh US$3000 telah menyiratkan naiknya derajat Indonesia. Pola kerjasama Indonesia-Jepang diharapkan bisa beredar pada sektor perdagangan dan investasi, dimana kedua sektor ini merupakan mesin yang dapat menggiatkan perekonomian diantara dua negara ini. Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa Jepang memiliki kepentingan untuk melihat ASEAN, khususnya Indonesia untuk menjadi lebih kuat dan makmur, demi terciptanya stabilitas di wilayah Asia Timur.

Tatkala bertutur mengenai aktor-aktor yang berperan dalam kerja sama Indonesia-Jepang, setidaknya beliau mengidentifikasi dua aktor utama yaitu pemerintah dan swasta. Dalam hal ini, Pemerintah sebagai fasilitator dan regulator sementara swasta lebih berperan ke masalah teknis. Dari sinilah kemudian governance ini didefinisikan secara utuh, yaitu seni memainkan peran. Pemerintah sebagai wasit, sangatlah tidak elok jika ikut serta turun dalam permainan, sebaliknya pihak swasta tidak perlu menguras energi untuk menciptakan peraturan dan berperan menjadi wasit.

Read more...

Sindrom Keseragaman

Hari ini anak saya yang pertama mogok makan di sekolah. Ini buka bagian dari aksi protes karena Sri Mulyani bakal pergi ditengah dugaan penyelewenangan kebijakan yang belum terklarifikasi, bukan juga complain karena dokumen hasil kerja pansus Century ternyata “dibajak” di tengah jalan sehingga tidak sampai ke tangan KPK. Alasan anak saya mogok makan satu, yaitu karena makan siang yang dia bawa dari rumah berbeda dengan teman-temannya. “kenapa sih makanan mas beda sama temen-temen? Kenapa mas gak boleh makan di sekolah?” begitu komplain anak saya.

Di sekolah Jepang siswa harus makan siang di sekolah, dan sekolah menyediakan makanan untuk seluruh siswa mereka. Di sekolah Jepang tidak tersedia kantin seperti di sekolah-sekolah kita di Indonesia, sehingga saat jam istirahat siswa benar-benar memanfaatkan waktunya untuk sosialisasi dan istirahat, bukan untuk jajan. Sayangnya makanan untuk anak SD yang disediakan di sekolah hampir semuanya mengandung mirin, sake atau alkohol. “kami diharuskan memberikan mirin sebagai tambahan kalori, karena anak SD butuh banyak kalori”, begitu kata kepala dapur sekolah saat istri saya menanyakan tentang bahan-bahan pembuat makanan.

Read more...

Web Statistics

Articles View Hits
1269082

Radio PPI Dunia


Advertisement

JAC-Recruitment

Recruitment

Sekretariat PPI Jepang

在日インドネシア留学性協会
Tokyo Indonesian Embassy (インドネシア大使館)

5-2-9 Higashigotanda, Shinagawa-ku Tokyo
(〒141-0022 東京都品川区東五反田5-22-9)
Phone: +81-(03)-3441-4201    

Email:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
URL: http://www.ppijepang.org

Akun Bank PPI Jepang

Akun: Zainichi indonesia ryu-gakusei kyo-kai


Nama Bank: Japan Post Bank
Nama Cabang: Zero Ichi Hachi Ten

No. Rekening: 8568385
No. Cabang: 10190
Bangou: 85683851

Go to top