Press Release DAO Nagoya, Januari 2010
Masyakarat Indonesia di Jepang yang jumlahnya mencapai 24.858 orang (per Desember 2006) dan terus meningkat dari tahun ke tahun, tentunya membutuhkan wadah untuk mengakomodir jalinan kebersamaan dalam beragam bentuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mengembangkan persatuan, menghilangkan ekslusivisme dan memperkuat jaringan komunikasi di antara berbagai elemen bangsa yang terangkum dalam berbagai organisasi kemasyaratan, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang yang diwakili Komisariat Nagoya (PPIJ Nagoya) bersama dengan Working Group for Technology Transfer (WGTT) dan didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Garuda Indonesia, tergerak untuk merintis terciptanya dialog antar organisasi kemasyarakatan Indonesia yang ada di Jepang.
Acara yang dikemas dalam bentuk Dialog Antar Organisasi dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Januari bertempat di Nagoya University ini diikuti oleh 8 organisasi kemasyarakatan Indonesia di Jepang, yaitu: Persatuan Pelajar Indonesia Jepang (PPIJ), Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang, Working Group for Technology Transfer (WGTT) Jepang, Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Jepang, Persaudaraan Muslim Indonesia Jepang (PMIJ), Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia Jepang (IPTIJ), Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang dan Forum Silaturahim Muslimah (FAHIMA) Jepang. Masing-masing ketua/perwakilan organisasi memaparkan visi, misi dan program kerja serta kemungkinan untuk bersinergi dengan organisasi yang lain. Acara dihadiri pula oleh beberapa organisasi Jepang pemerhati masyarakat Indonesia.
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Bapak Ronni P. Yuliantoro dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan dialog lintas organisasi ini untuk menyatukan berbagai elemen bangsa di Jepang sehingga dapat tercapai harmonisasi dan secara keseluruhan keberadaan organisasi masyarakat akan membawa manfaat yang lebih besar baik bagi bangsa Indonesia maupun bagi hubungan antara Indonesia dan Jepang. Acara juga diisi oleh ceramah umum oleh Dr. Hisanori Kato, senior researcher pada Centre of Asian Studies Jakarta/dosen Ohtani University Osaka, yang menjelaskan keberagaman bangsa Indonesia tercermin dalam berbagai identitas organisasi Indonesia di Jepang, untuk itu diperlukan adanya common ground untuk menyatukan aspirasi seluruh ormas.
Pada sesi akhir diskusi panel, seluruh organisasi telah sepakat pada kesimpulan: dibutuhkan adanya suatu Forum Komunikasi lintas organisasi untuk memperlancar arus informasi, kerjasama antar organisasi dapat dijajaki pada program yang bertema sejenis, misalkan program beasiswa atau lomba karya tulis dan acara dialog ini dapat diselenggarakan untuk tahun berikutnya dengan hasil yang diharapkan lebih nyata, berupa kerangka kerjasama atau program kegiatan bersama. Organisasi kemasyakatan KMII Jepang bersedia untuk menjadi koordinator pelaksana dalam acara tahun depan. Hasil dialog juga tertuang dalam bentuk MoU (Nota Kesepahaman) antar organisasi kemasyarakatan.
Nagoya, 25 Januari 2010
Ketua Panitia Dialog Antar Organisasi : M. Faisal Artjan
Wakil Ketua : Dodik Kurniawan
Mengetahui Ketua PPI Jepang : Farid Triawan
| Comments |
|



















Loading Poll...