//
Acara

Serunya Indonesia Talent Show

21 August 2017 Oleh administrator

Kobe, 13 Agustus 2017, PPI Kobe menyelenggarakan talent show yang diikuti para peserta dari seluruh Jepang dan berjalan dengan sukses dan meriah. Sesuai dengan tema acara yakni: diversity outside, beauty inside, para peserta yang memiliki jiwa musikalitas dan paham seni sinematografi bertanding dengan kreatif dan dinilai oleh para dewan juri professional.

          Para juri tersebut adalah; Prof. Kuno Takayoshi seorang ahli musik dari University of Kobe, Pak Kunioki Morii dari Tim Angklung Kobe-Indonesia Society, dan Hiroaki Kato seorang musisi yang namanya sudah tak asing lagi di telinga berkat gubahan lagu “Sepatu” yang dinyanyikan dalam bahasa Jepang.

Para juri diantara pengunjung acara (Photo credit : Februadi Bastian)

Peserta pun berturut-turut mulai tampil di atas panggung. Dibuka oleh film pendek dari Osaka Soraya Entertaniment yang mengangkat keresahan romansa para Generasi Z di Jepang, acara dilanjutkan penampilan sendra tari oleh Mas Sugeng yang menghidupkan salah satu karya seniman tari Indonesia, Didik Nini Thowok dan juga tari Dwi Muko di atas panggung Nada Kumin Hall Kobe. Art Therapy juga tak kalah meriuhkan ruangan dengan paduan lagu tradisional Sunda dan perkusi. Masih ada juga pertunjukan dari Kurniawan dan teman-teman dari Tokodai; duo Bhinneka Tunggal Ika, Yosephin dan Nunik; Lost in Labo dari Universitas Kobe; Fandi Hidayat dari Universitas Kyushu; dan Tune dari UniversitasTsukuba.

          Art Therapy, grup musik asli dari Osaka berpesan pada anak-anak bangsa di Jepang untuk tidak membeda-bedakan satu sama lain sesama warga Indonesia. Di Jepang, tidak ada lagi tembok pemisah suku. Entah itu Suku Bugis, Suku Asmat, Suku Batak, semuanya adalah suku Indonesia. Penting juga bagi kita untuk menjaga identitas di negeri sakura. Jangan sampai kebanggaan sebagai warga Indonesia dan juga kekayaan seni kita hilang ditelan waktu, jagalah itu karena hal tersebut merupakan harta pemberian semesta. Dengan jiwa seni dan identitas yang dimiliki, marilah kita rangkul terlebih dahulu sesama warga Indonesia, lalu kemudian dari sana kita bergotong-royong dan membagi-bagikan ilmu dari kekayaan seni yang kita miliki. Bukan hanya di Jepang saja, namun gaungkanlah itu ke seluruh penjuru dunia. Lewat ajang-ajang seperti inilah, kita sebagai warga Indonesia bisa unjuk gigi dan membuat dunia terkesan.

          Pada penghujung acara, keluarlah dua orang yang mampu membuat para juri terpana dengan penampilan yang disuguhkan. Fandi Hidayat yang menyanyikan lagu Indonesia Jaya dengan suara khasnya membuatnya menyabet gelar Best Performance sementara Mas Sugeng dan penghayatannya akan tarian membawanya menyabet gelar Favorite Performance. Kedua peserta mampu menyajikan penampilan yang mampu membuat para juri terkesima.

Best perfomace dan favorite performance (Photo credit : Februadi Bastian)

Meskipun tidak semua elemen dapat dilingkupi dalam acara kali ini, janganlah berkecil hati jika anda merasa memiliki bakat di bidang tertentu. Dengan kemauan dan keberanian, gunakanlah bakat yang anda miliki demi kebaikan orang-orang di sekitar anda. Hal yang paling penting adalah tidak pernah menyerah, dan cari kemudian manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. “Indonesia adalah tempat saya mewujudkan mimpi saya untuk menjadi penyanyi”, demikian ujar Hiroaki Kato yang sekarang telah sukses berkarier di Indonesia. Diharapkan acara Indonesia Talent Show ini dapat terus menginspirasi orang-orang dan memberi manfaat dan hiburan bagi komunitas Indonesia maupun komunitas Jepang. Pada tahun-tahun mendatang, acara ini akan dibuat jauh lebih meriah lagi.

(Diliput dan ditulis oleh Puspito dan Riostantieka. Disesuaikan seperlunya oleh Theodorus Alvin)