//
Acara

Berkenalan Dengan Duta Besar Arifin Tasrif

19 July 2017 Oleh administrator

Tokyo, 15 Juli 2017, berlokasi di University of Tokyo, Yayoi Campus, Dubes Arifin Tasrif yang belum lama ini menyerahkan surat kepercayaan kepada Kaisar Jepang, menyempatkan diri menyapa langsung para pelajar Indonesia lewat acara bincang-bincang yang dikemas secara santai.

Setibanya di Yayoi Campus, Dubes Arifin langsung memasuki Nakashima Hall dan mulai menyalami para hadirin yang hampir seluruhnya merupakan pelajar. Acara dimulai tepat waktu, yakni pukul sepuluh pagi waktu setempat. Setelah pembawa acara menyampaikan beberapa patah kata, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, dan penayangan video tentang harapan anggota PPI Jepang dari Hokkaido hingga Okinawa kepada Dubes Arifin. Tak lupa, Pandu Utama Manggala selaku Ketua PPIJ juga menyambut kehadiran Dubes Arifin di Jepang sebagai “ayah” bagi seluruh pelajar Indonesia.

Sambutan dari Ketua PPI Jepang, Pandu Utama Manggala

Pria yang merupakan mantan Dirut PT Pupuk Indonesia ini kemudian mengambil alih panggung dan memaparkan materi layaknya kuliah umum di Universitas. Salah satu kelebihan Indonesia dibanding Jepang adalah melimpahnya sumber daya manusia. Jepang yang saat ini mengalami penurunan penduduk dan dikhawatirkan dimasa depan keadaan ini akan terus berlanjut dan akan kian memburuk. Indonesia di sisi lain pada tahun 2035 diprediksi akan mengalami peningkatan penduduk hingga 305.652.400 jiwa, dan 67,9% dari jumlah ini berada pada usia produktif untuk bekerja. Tentunya ini merupakan jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah maupun swasta merupakan keniscayaan dalam menghadapi fenomena ini.

Terlihat juga hasil positif dari kinerja pemerintah terutama dalam perkembangan GDP. Pada tahun 2016, tercatat GDP Indonesia adalah 3,028 Trilyun USD, meningkat dari tahun 2015 (2,888 Trilyun USD) dan 2014 (2,753 Trilyun USD). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 tercatat di angka 5%, meningkat dari tahun sebelumnya (4,9%). Penyumbang utama dalam peningkatan tersebut berasal dari sektor pertanian, industri, dan jasa. Ke depannya sektor perhutanan dan perikanan juga berpotensi menyumbang dalam perkembangan ekonomi. Jika perkembangan ini terus dipertahankan, diproyeksi pada tahun 2050 Indonesia dapat masuk empat besar negara dengan ekonomi terbesar di bawah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Kuncinya terdapat pada generasi muda bangsa ini.

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun kawasan timur Indonesia. Salah satu alasannya tentunya demi kesejahteraan penduduk, lalu alasan lainnya adalah dikarenakan energi fosil yang kian menipis di bagian barat Indonesia. Dengan membangun infrastruktur di bagian barat Indonesia, tentunya biaya dan waktu pengiriman dapat ditekan, yang akan berujung pada peningkatan efisiensi dan produktivitas, papar Dubes yang merupakan alumni Teknik Kimia ITB ini.

Jepang merupakan rekan penting Indonesia dalam hubungan diplomatik. Sebagai penyumbang FDI terbesar kedua di Indonesia, banyak kerjasama yang sudah dilaksanakan oleh kedua belah negara. Sebagai contoh adalah penyediaan 4,7 juta lapangan pekerjaan di perusahaan asal Jepang dan juga pembangunan energi oleh perusahaan asal Jepang yang mencapai 8,740MW. Hubungan kedua belah negara diibaratkan sebagai “kokoro no tomo cycle” oleh Dubes Arifin dikarenakan pentingnya peran satu dengan yang lainnya.

Sesi Bincang-bincang Santai

Selepas presentasi Dubes, sesi berikutnya adalah bincang-bincang ringan yang dipandu oleh Kiswanto, Ketua PPI Todai. Dubes Arifin menceritakan perjalanan karirnya sejak lulus dari ITB. Tidak disangka beliau pernah bekerja sebagai juru ketik presiden B.J.Habibie sebelum pindah ke Bontang untuk bekerja di industri pupuk. Beliau juga bercerita pernah tentang terhambatnya produksi pupuk akibat menyemburnya Lumpur Lapindo pada Mei 2006. Dikarenakan Lumpur Lapindo, gas tidak bisa dialirkan ke Gresik, yang saat itu mengancam Indonesia untuk mengimpor pupuk demi kelangsungan sektor pertanian.

Dubes Arifin Tasrif berpesan singkat bagi para pelajar. “nikmati pekerjaan”, ujarnya singkat. Sebagai duta bangsa yang berkesempatan menempuh ilmu di negara semaju Jepang, tentunya pengalaman ini tidak boleh disia-siakan. Ilmu yang didapat tentunya harus digunakan bagi kepentingan negara, namun lebih dari itu, kita harus juga menikmati proses pembelajarannya selama di sini. Semoga para pelajar Indonesia dapat belajar dengan maksimal dan selalu mensyukuri setiap langkah yang diambil.

(Red. Theodorus Alvin)