//
Acara

Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti Sapa Masyarakat Indonesia di Tokyo

17 April 2017 Oleh administrator

Ben Perkasa Drajat Mendampingi Menteri Susi

 

Tokyo, 12 April 2017, di tengah-tengah kunjungan kerjanya di Jepang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melaksanakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang.

 

Bertempat di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), Rabu malam (12/04/17), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ditemani oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, DR. Ben Perkasa Drajat hadir untuk menemui lebih dari 250 orang yang hadir pada acara tersebut.

 

Meskipun waktu pertemuan sedikit mundur dari yang dijadwalkan, para hadirin tetap antusias dan bersemangat untuk bertemu Menteri Susi. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang berada di Tokyo saja ternyata yang hadir, terdapat pula perwakilan pelajar Indonesia dari Fukuoka dan Hiroshima yang jauh-jauh datang ke Tokyo untuk menyaksikan acara bersama Menteri Susi ini. Demikian pula dengan Menteri Susi yang di tengah padatnya kegiatan dengan Pemerintah dan Pengusaha di Jepang untuk menjalin kerjasama, Beliau tetap menyempatkan diri untuk bertatap muka dengan para hadirin.

 

Kepada masyarakat yang hadir, Menteri Susi memaparkan maraknya illegal fishing di perairan Indonesia yang seakan-akan sudah menjadi hal yang lumrah sejak lama. Hal tersebut mengakibatkan hilangnya sumber penghasilan nelayan lokal dan juga menyebabkan menurunnya jumlah nelayan dari 1,3 juta menjadi 800 ribu dalam periode 2003 hingga 2013. Salah satu contoh kasus yang ditemukan Menteri Susi adalah kapal asing yang menebarkan jaring sepanjang 399 km. Jarak tersebut kurang lebih adalah jarak antara Jakarta dan Semarang.

 

Namun setelah Menteri Susi menjabat di Kementrian Perikanan dan Kelautan, para nelayan kembali mendapatkan mata pencaharian dan sumber penghasilan. Sewaktu Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, contohnya, beliau bertemu dengan nelayan yang menangkap seekor ikan tuna dengan massa 90 kg. Hal tersebut adalah buah dari kebijakan tegas terhadap kapal asing yang selama ini diterapkan Menteri Susi.

Menteri Susi dan Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (kanan) Yang Juga Hadir Dalam Acara

``Masalah Indonesia adalah kurangnya integritas dan Indonesia membutuhkan kedisiplinan Jepang agar dapat berkembang``, ujar Menteri yang memperoleh gelar doktor dari Universitas Diponegoro ini. Melihat etos kerja Jepang yang penuh kedisiplinan dan kerja keras, Menteri Susi menghimbau para hadirin untuk tidak menyia-nyiakan pelajaran selama tinggal di Jepang dan kelak dapat membawanya pulang demi Indonesia yang lebih kuat.

 

Menteri Susi yang telah kembali ke Indonesia pada tanggal 16 April yang lalu berpesan, ``perubahan membawa pengorbanan``. Jika ingin perubahan, pastinya ada yang harus dikorbankan demi tujuan tersebut. Demi Indonesia yang lebih baik, generasi muda diharapkan agar dapat menjadi agen perubahan yang memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

Sesi Tanya Jawab Dengan Hadirin

 

(Red, Theodorus Alvin)