//
Acara

Audiensi Bersama KJRI

24 December 2017 Oleh administrator

Osaka, 17 Desember 2017— Sehari setelah audiensi bersama pihak KBRI Tokyo yang dihadiri langsung oleh Duta Besar, tim PPI Jepang langsung berangkat menuju Osaka untuk bertemu dengan pihak KJRI Osaka. Dihadiri juga oleh perwakilan dari Radio PPI Jepang, langsung oleh Direktur Utama Diana Hapsari dan Ketua Bidang Eksternal, Hairi Cipta, pertemuan yang dilaksanakan di Cafe Bintang juga dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal Wisnu Edi Pratignyo. Hal-hal terkait yang dibahas adalah mengenai program kerja, program perayaan hubungan 60 tahun Indonesia-Jepang, serta saran dan masukan dari Konjen.

Program Kerja Tiap Bidang

          Sama seperti yang telah dipaparkan sewaktu bertemu Dubes di KBRI Tokyo, masing-masing ketua bidang atau yang mewakili kembali mendapat kesempatan untuk menyampaikan progam kerja setahun ke depan. Bidang Kajian dan Aksi mengagendakan Rountable Scientific Discussion (RSD) secara berkala dengan menggunakan channel youtube PPIJ sebagai media. RSD pertama telah dilaksanakan pada tanggal 25 November yang lalu dalam rangka memperingati hari guru. Kedepan PPIj akan mengadakan scientific seminar berskala besar, dengan tidak hanya mengundang narasumber dari Indonesia tapi juga para ahli dari Jepang. Tercatat ada beberapa professor yang memang merupakan ahli dalam hal-hal yang terkait dengan ke ndonesiaan. Oleh karena itu, mengundang para professor tersebut juga merupakan ajang untuk menunjukan kepedulian PPIJ dalam hal kontribusi ilmu kepada Indonesia.

          Bidang Kominfo dalam kesempatan ini juga menegaskan kembali tugas dan fungsinya yaitu untuk selalu senantiasa memperbaharui informasi kepada teman-teman pelajar lewat berbagai media, serta menerbitkan majalah “Interaksi” mulai dari tahun depan. Selanjutnya bidang Partnership dan Kerjasama menjelaskan kembali program -program yang akan dilakukan tahun ini. Hal terpenting ditahun ini adalah terus menjalin hubungan dengan beberapa perusahaan demi menambah pendapatan yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan PPIJ. Target kepengurusan periode ini adalah beberapa perusahaan besar di Jepang. Dana yang diperoleh dari beberapa perusahaan tersebut sebagian akan disalurkan juga ke Radio PPIJ untuk melanjutkan operasional radio yang setiap harinya mengudara dari pukul 20:00 hingga 22:00 waktu Jepang (atau 18-20 WIB). Selain itu Radio PPIJ juga akan menerbitkan artikel-artikel liputan acara agar dapat dibaca oleh teman-teman pelajar se Jepang.

Program Kerja Korda

         Pada kesempatan yang sama, perwakilan Korda Kansai dan Korda Chugoku juga berkesempatan untuk menghadiri audiensi dan mengutarakan program kerja masing-masing. Ketua korda Kansai, Agus Setiawan menjelaskan bahwa pada tahun ini korda Kansai berencana untuk menerbitkan buku yang memuat profil dari 20 orang ketua PPI Jepang. Berhubungan dengan film bertajuk “Jejak” yang dibuat pada kepengurusan sebelumnya, Korda Kansai juga ingin mengabadikan hasil kerja dari para ketua dalam bentuk fisik yang dapat dijangkau oleh khalayak umum. Nantinya, dalam pembuatan buku ini, akan dibuka perekrutan tulisan bagi siapapun, dan tim dari Korda Kansai akan menyeleksi tulisan mana yang berhak untuk dipublikasikan di dalam buku. Apabila telah rampung, buku-buku akan dicetak lalu didistribusikan ke seluruh toko buku di Indonesia lewat Gramedia Pustaka Utama.

           Wahyudin selaku ketua Korda Chugoku selanjutnya mengutarakan rencana kegiatan tahun depan. Dimana korda chugoku akan menjadi tuan rumah kongres dan pormas pada September 2018 mendatang. Sebagai tuan rumah, Korda Chugoku bertanggungjawab untuk menyiapkan segala keperluan kongres dan pormas.

Arahan dan Masukan Dari Pak Konjen

         Pak Wisnu selaku Konjen kemudian memberikan arahan dan masukan terkait program-program kerja yang sudah dipaparkan sebelumnya. Pak Wisnu banyak menyinggung perihal peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia Jepang yang akan diperingati tahun depan. Harapan beliau adalah pada tahun depan PPIJ bisa  mengumpulkan tulisan-tulisan hasil karya teman-teman pelajar di Jepang lalu dibukukan agar dapat menjadi bingkisan bagi pihak Indonesia maupun pihak Jepang. Tulisan yang dikumpulkan dapat diambil dari berbagai sudut pandang dan tema, meliputi riset ilmiah, sosial, kebudayaan, kejadian, dan sebagainya. Apabila terdapat partisipasi aktif dari seluruh pelajar tentunya akan menjadi kenang-kenangan yang tidak akan terlupakan bagi kedua belah pihak, dan juga bagi PPIJ sendiri.

          “Selalu terbuka kepada KBRI dan KJRI dan konsultasikan jika ada masalah agar dapat dicarikan solusi”, ujar pak Wisnu kepada kami disela-sela kita menyantap makanan. Tentunya dalam bekerja, kami harus berusaha semaksimal mungkin, tetapi pastinya ada juga masalah yang tidak dapat kami selesaikan sendiri. Oleh karena itu, KBRI dan KJRI pun membuka pintu konsultasi  bagi kami seandainya ada masalah yang dapat diselesaikan bersama. Penting untuk diingat juga agar tidak tenggelam terlalu dalam pada kegiatan PPIJ, karena sesungguhnya tujuan sebagai mahasiswa adalah meraih ilmu. PPIJ memang merupakan satu keluarga besar, di mana semua anggotanya dapat saling belajar, tetapi hal yang terpenting adalah menuntut ilmu di tempat kami berada saat ini.

             Pesan pak Wisnu diakhir pertemuan yaitu agar PPIJ memperhatikan dua sisi penting, yaitu internal dan eksternal. Di sisi internal, atau dalam kata lain, bagi pelajar-pelajar Indonesia di Jepang, PPIJ diharapkan menyediakan informasi mengenai cara atau tips-tips yang dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari sebagai pelajar. Sedangkan untuk sisi eksternal, PPI diharapkan bisa menyediakan informasi beasiswa bagi teman-teman yang sedang mencari kesempatan belajar ke Jepang.  Wendi Harjupa selaku ketua PPIJ 2017-2018 menegaskan kembali komitmen dari teman-teman pengurus bahwa PPIJ akan terus berusaha semaksimal mungkin agar dapat menaungi kedua belah pihak dengan menyediakan informa.