//
Acara

Audiensi Bersama Dubes

20 December 2017 Oleh administrator

                Tokyo, 16 Desember 2017— bertempat di Wisma Duta KBRI Tokyo, pengurus serta anggota PPI Jepang periode 17/18 bertatap muka untuk membicarakan program ke depan dan meminta dukungan atas segala gerakan yang akan dilaksanakan setahun mendatang kepada Dubes RI untuk Jepang, Ir. Arifin Tasrif.

           Hadir juga di Wisma Duta pada Sabtu malam mendampingi Duta Besar Arifin Tasrif, Alinda Zain selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan, serta Eko Santoso Junor selaku Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo.

PPI Jepang datang membawa formasi lengkap pada malam itu. Mulai dari; Wendi Harjupa (Ketua Umum), Deny Prasetyawan (Sekretaris), Komang Wibuti Emriko (Bendahara), hingga masing-masing ketua bidang; Galih Ramadana Suwito (Kabid. Kajian dan Gerakan), Aiman Faruq (Kabid. Komunikasi dan Informasi), dan Riskina Juwita (Kabid. Partnership dan Dana Usaha). Hadir pula ketua korda Hokkaido, Tohoku, dan Kanto.

Acara dimulai dengan perkenalan pengurus oleh ketua PPI Jepang yang selanjutnya diteruskan dengan pemaparan program kerja tahun 2017/2018 oleh masing-masing pengurus dan para ketua korda yang diawali oleh ketua Bidang Kajian dan Gerakan, Galih Ramadana Suwito.

Memberi Apresiasi Bagi Pelajar dan Inspirasi

           Bidang Kajian dan Gerakan (selanjutnya disingkat BKG), banyak bergerak dalam bidang yang bersifat sosial dan humaniora. Tidak hanya bagi kemaslahatan pelajar Indonesia di Jepang, tetapi juga untuk warga Indonesia. Salah satu gerakan yang baru saja dilaksanakan belum lama ini adalah penggalangan dana bagi korban dari siklon tropis yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, juga bagi para pengungsi Gunung Agung di Bali. Gerakan yang menggandeng Dompet Dhuafa Jepang ini berhasil mengumpulkan dana sebesar lebih dari 100.000 yen (lebih dari 12 juta rupiah) yang nantinya akan disumbangkan bagi para korban bencana. 

            Di luar penggalangan dana, BKG juga aktif bergerak dalam pengembangan kemahasiswaan. Contoh kegiatan yang dilaksanakan adalah Scientific Roundtable Discussion. Diskusi yang diadakan secara daring ini dapat disaksikan siapapun lewat laman Youtube PPI Jepang dan dapat didengarkan juga dalam siaran Radio PPI Jepang. Topik-topik ilmiah dari bidang sosial maupun sains akan dibahas dalam acara ini. Ketua BKG pun secara pribadi mengundang Duta Besar untuk menjadi pembicara pada acara yang mendatang.

            Tidak kalah pentingnya dengan program kerja lainnya, tahun ini BKG yang bekerjasama dengan KBRI juga akan mempersembahkan PPIJ omedetou kepada mahasiswa Indonesia berprestasi di Jepang. Harapannya, agar mahasiswa lain juga dapat terlecut semangatnya agar dapat lebih bersemangat mengejar ilmu. Kemudian, bukan hanya bagi mahasiswa Indonesia di Jepang, BKG juga terus menerus mengumpulkan informasi beasiswa agar siapapun yang ingin menempuh pendidikan di Jepang bisa mendapat informasi yang pastinya akan berguna.

       Ada juga gerakan untuk melahirkan repositori kajian ilmiah dari pelajar Indonesia di Jepang. Nantinya seluruh karya ilmiah yang telah dikumpulkan akan diserahkan ke pihak berwajib agar dapat mendorong pengembangan teknologi di Indonesia. Tentunya ini sangat berharga mengingat perlunya Indonesia untuk mengembangkan teknologi. Diharapkan lewat karya ilmiah yang terus menerus bertambah, dapat menjadi bekal pengetahuan yang dapat diterapkan.

Ide Membuat Film Pendek

     Berlanjut ke Bidang Komunikasi dan Informasi (selanjutnya disingkat BKI), salah satu target utama tahun ini adalah merampungkan sensus pelajar yang sudah berlangsung semenjak kepengurusan sebelumnya. Pada tahun 2016 tercatat oleh pemerintah Jepang terdapat sekitar 4000 mahasiswa asal Indonesia di Jepang, tetapi angka tersebut pasti telah berubah cukup besar, seiring dengan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia yang memilih untuk melanjutkan pendidikan ke Jepang. Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari setiap korda dan komsat untuk selalu memperbaharui informasi jumlah mahasiswa yang berada dalam lingkup korda maupun komsat tersebut. Dengan data yang ada tentunya dapat diolah agar kami dapat lebih melayani dan merangkul mahasiswa yang berada di seluruh penjuru Jepang.

            BKI juga akan melanjutkan publikasi lewat artikel seperti ini, poster-poster Instagram, dan video di Youtube. Lalu, majalah “Interaksi” juga akan terbit kembali mulai tahun depan. Majalah “Interaksi” akan terbit sebanyak tiga kali tahun depan, yakni pada musim semi, musim panas, dan musim gugur. Pada majalah “Interaksi”, siapapun dipersilahkan untuk menulis artikel dengan tema yang ditentukan. Nantikan pendaftaran penulis yang akan dibuka tahun depan.

            Satu media yang ingin dikembangkan lebih jauh oleh BKI adalah Youtube, maka dari itulah dibentuk biro terbaru yaitu Biro Media TV. Seiiring dengan pesatnya perkembangan Youtube sebagai media video on demand, PPI Jepang juga ingin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjangkau teman-teman pelajar dengan menyajikan konten yang menarik. Duta Besar Arifin Tasrif mendukung penuh wacana ini. Bahkan beliau bersedia membiayai jalannya produksi dari kantong pribadinya. Menurut Duta Besar, banyak hal positif dari Jepang yang dapat difilmkan agar dapat menjadi konten yang bukan hanya menghibur, tapi juga mendidik dan menginspirasi bagi para penonton. Contohnya, bisa diambil tema tentang anak Indonesia yang bersekolah di Jepang, atau tema tentang perawat asal Indonesia yang bekerja di panti jompo di Jepang. Cerita-cerita seperti ini dapat membuka mata para penonton dan juga memberikan pelajaran berharga bagi yang menontonnya.

Menjaga Hubungan Dengan Para Alumni

            Tugas utama dari Bidang Partnership dan Dana Usaha (selanjutnya disingkat BPDU) adalah untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan dan juga komunitas. Saat ini kami telah menjalin kerjasama dengan agen lowongan pekerjaan di Jepang seperti Disco, MUFG, dan Top Career. Kemudian ada juga kerjasama bersama situs berita Gate yang khusus menyediakan informasi mengenai Jepang. Gate juga membuka lowongan untuk menulis artikel bagi para pelajar yang memiliki ide untuk tulisan yang menarik. BPDU juga akan terus mempererat hubungan dengan Persada (Perhimpunan Alumni dari Jepang). Sebagai sesama organisasi yang menaungi pelajar-pelajar yang sedang dan pernah mengecap pendidikan di Jepang, kami akan terus menjaga hubungan bersama Persada dan berkolaborasi untuk demi perkembangan para pelajar di Jepang dan juga mempererat tali hubungan antar mahasiswa dan alumni.

            Selain menjalin hubungann dengan organisasi, BPDU juga bertugas untuk mencari dana, sesuai dengan namanya. Sebagian dana operasional yang kami terima merupakan hibahan Atdikbud KBRI Tokyo, yang tentunya harus dipertanggungjawabkan. Namun lebih dari itu, PPI Jepang juga terus berusaha untuk mencari dana untuk berbagai macam kegiatan lewat sponsor atau kerjasama dengan perusahaan. Pada kepengurusan tahun ini, sebagai upaya untuk menambah pemasukan PPI Jepang, BPDU lewat biro kewirausahaan akan memulai penjualan berbagai pernak-pernik semisal jaket, kaos, tas, dan sebagainya. Untuk menunjukkan keindonesiaan, tahun ini BPDU juga berencana memproduksi pernak-pernik dengan motif batik. Motif batik akan diambil dari hasil sayambara design batik seperti yang diadakan akhir bulan September tahun ini di Ishikawa. Dengan diadakannya sayembara design batik ke depannya, PPI Jepang tidak akan kekurangan inspirasi untuk menonjolkan batik dari Indonesia kepada masyarakat Jepang.

            Dubes juga menitipkan pesan agar BPDU menggandeng usaha kecil menengah (UKM) asal Indonesia di Jepang untuk mengembangkan produknya di Jepang. Dubes berpendapat produk Indonesia berpotensi untuk sukses di Jepang apabila dikelola sesuai dengan selera pasar di Jepang.

Wejangan Dari Duta Besar Arifin Tasrif Bagi Kami

            “PPI Jepang adalah perpanjangan tangan dari KBRI”, ujar Duta Besar Arifin Tasrif.

            KBRI tidak mungkin menjalankan tugas sebagai perwakilan negara di Jepang tanpa bantuan dari kelompok maupun organisasi Indonesia di Jepang. Sebagai perwakilan negara yang menaungi seluruh WNI di Jepang, KBRI tidak bisa bekerja sendirian. PPI Jepang akan selalu siap menbantu KBRI dalam menunaikan tugasnya, khususnya untuk bidang pendidikan dan layanan kemahasiswaan. Budaya tahu diri yang tinggi di Jepang juga sangat menarik bagi Dubes Arifin Tasrif. Menurut beliau, Indonesia sangat membutuhkan rasa tahu diri dan perhatian pada sekitar. Tidak hanya rasa tahu diri dalam jabatan, tetapi rasa tahu diri dalam berkegiatan juga sangatlah penting, meskipun terkesan sepele. Harapan Dubes kepada kami semua, agar dapat menjaga segala sopan santun dan perilaku yang didapatkan di sini lalu dibawa ke Indonesia supaya dapat menjadi contoh bagi orang banyak.

            Semua itu tentu sangat baik untuk didapatkan, apalagi jika bisa dibawa pulang dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, selama tinggal di Jepang Dubes mengajak kami untuk berbaur dengan masyarakat Jepang agar dapat mendalami bagaimana masyarakat menjalani hidup sehari-hari dengan pola pikir dan pola hidup yang dapat diambill dan ditiru bagi kebaikan kami. Sekaligus berbaur dengan masyarakat Jepang, kami juga harus bisa mengajak masyarakat Jepang untuk hadir ke acara-acara yang berhubungan dengan Indonesia. Selain membuat nama Indonesia naik di masyarakat Jepang, ini juga dilaksanakan untuk menjaring mereka agar lebih tertarik lagi dengan Indonesia.

Menuju Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang

            Khususnya pada acara-acara korda dan komsat semisal HISAS dari PPI Hokkaido, Festina dari PPI Tohoku, Tokodai Cup, Nokodai Cup, dsb, Dubes merasa kami harus lebih “garang” dalam menarik minat masyarakat sekitar. “Kalau yang datang hanya orang Indonesia saja, apa manfaatnya acara-acara tersebut?”, ujar Dubes. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami yang harus lebih aktif menjaring masyarakat Jepang untuk datang ke acara-acara yang diselenggarakan di berbagai daerah di Jepang. Juga, perhatian khusus seperti ini diberikan karena tahun 2018 kita akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Salah satu hal yang ingin dilakukan Dubes adalah membagikan angklung ke berbagai korda dan komsat agar masyarakat Jepang juga dapat mencoba, karena tingginya minat terhadap angklung.

            Kepengurusan periode ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami, karena selain menjalankan tugas seperti biasa, merupakan tugas kami juga untuk membantu dalam perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Namun, kami akan selalu memegang tanggung jawab dan melaksanakan tugas kami sebagai organisasi mahasiswa.