Sejarah

Persatuan Pelajar Indonesia Jepang

Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang yang disingkat PPI Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Organisasi ini didirikan di Tokyo pada tanggal 24 Juni 1953 dengan nama "Himpunan Mahasiswa Indonesia di Jepang" yang kemudian dalam perjalanan waktu namanya berubah menjadi "Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang" atau dalam bahasa Jepang disebut "Zainichi Indonesia Ryugakusei Kyokai".

Pada saat ini anggota PPI Jepang yang tercatat di bidang Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo adalah sekitar 2000 orang yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Jepang, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Keberadaan pelajar Indonesia di Jepang sangat diperlukan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi serta etos kerja bangsa Jepang yang dengan sumber daya alam yang sangat terbatas telah mampu membuat Jepang secara ekonomi dan teknologi berada pada posisi yang terhormat di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Keberadaan PPIJ sebagai organisasi adalah untuk mengkoordinir serta menciptakan sarana diskusi di antara anggota sehingga ilmu pengetahuan yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal di tanah air. Selain itu, pelajar Indonesia di Jepang secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai duta bangsa, yang membina persahabatan dan hubungan baik antara bangsa Jepang dan Indonesia. Kegiatan-kegiatan pelajar Indonesia di Jepang disadari atau tidak, telah menjadi jendela bagi bangsa Jepang untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Dalam hubungan antara organisasi dan anggota, asas saling menguntungkan merupakan perekat yang diharapkan mampu menciptakan timbulnya rasa memiliki dari anggota terhadap organisasi, dan dapat bertahan hidupnya organisasi berkat dukungan anggotanya. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan usaha-usaha yang bersifat kerjasama antara PPI dengan Lembaga Pemerintah Indonesia ataupun Jepang terutama yang bersangkutan dengan kepentingan utama anggota, sehingga dapat tercipta suasana dimana keberadaan organisasi memang dirasakan bermanfaat bagi anggota.